Seleksi Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran 2020

JADWAL SELEKSI PENERIMAAN

Seleksi untuk Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis diselenggarakan 2 kali dalam satu tahun akademik, yaitu :

Periode Januari

  • Pendaftaran diselenggarakan pada tanggal 1 Juni sampai 31 Juli 2020
  • Tes Seleksi dilaksanakan pada bulan September 2020
  • Kegiatan Pra Pendidikan Dilaksanakan Bulan Oktober – Desember 2020
  • Mulai Pendidikan Bulan Januari 2021

Periode Juli

  • Pendaftaran diselenggarakan pada tanggal 1 Desember 2019 sampai 31 Januari 2020
  • Tes Seleksi dilaksanakan pada bulan Maret 2020
  • Kegiatan Pra Pendidikan Dilaksanakan Bulan Oktober – Desember 2020
  • Mulai Pendidikan Bulan Juli 2020

 

TAHAPAN & PROSES SELEKSI PENERIMAAN

  1. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 500.000,- sesuai program studi melalui Bank yang bekerjasama dengan UB (Mandiri, BNI, BRI, BTN) . Kemudian mendapatkan bukti pembayaran pendaftaran yang didalamnya terdapat PIN dan nomor pendaftaran. Lihat Tata cara pembayaran.
  2. Kode seleksi untuk pembayaran pendaftaran pendidikan dokter spesialis 053+nomor HP pendaftar, contoh (053081234567890)
  3. Melakukan pendaftaran secara online dengan melengkapi data-data dan dokumen yang diperlukan melalui https://selma.ub.ac.id/wp-app/pendaftaran/spesialis
  4. Peserta yang lolos pemberkasan dan jadwal Tes Tahap II akan diumumkan di website ppds.fk.ub.ac.id.
  5. Mengikuti Tes Tahap II (TOEFL, TPA, Tes Kesehatan dan Tes Psikologi-Psikiatri),
  6. STANDAR KELULUSAN TES TAHAP II ADALAH SEBAGAI BERIKUT
    • Tes Potensi Akademik (TPA) minimal 500
    • Tes Toefl minimal 475
    • Tes Kesehatan Mental melalui Tes Psikologi-Psikiatri dengan standar minimal :
      1. Physical Quotient (PQ) minimal 50
      2. Tidak boleh terdapat gambaran klinis berupa ganguan psikotik, ganguan bipolar, gangguan kepribadian ambang, dan gangguan kepribadian antisosial.
    • Tes Kesehatan Fisik, perserta tidak menderita penyakit yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain dan dapat menggangu proses pendidikan dan pelayanan.
  7. Peserta yang lolos Tes Tahap II dan jadwal Tes Tahap III akan diumumkan di website ppds.fk.ub.ac.id.
  8. Mengikuti Tes Tahap III (Tes Tulis dan Wawancara) di masing-masing program studi.
  9. Pengumuman peserta yang diterima dan proses daftar ulang dilihat di website ppds.fk.ub.ac.id dan SELMA

PERSYARATAN UMUM JALUR REGULER & BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN

  1. Scan Surat Permohonan Kepada Dekan bisa dibuat perorangan atau Surat dari Instansi
  2. Scan Ijazah dokter dan Scan Sertifikat Akreditasi (jadi 1 file pdf)
  3. Scan Sertifikat Akreditasi berdasarkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) atau Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) yang berlaku saat ijazah diterbitkan. Jika di Ijaszah Dokter ada keterangan Nilai Akreditasi maka tidak perlu scan sertifikat akreditasi.
  4. Scan Transkrip dengan nilai Indeks Prestasi Sarjana Kedokteran minimal 2.50 dan IP Kumulatif (SKed dan Profesi) minimal 2.75 untuk Fakultas Kedokteran dengan akreditasi A, sedangkan untuk Fakultas Kedokteran dengan akreditasi B harus mempunyai nilai Indeks Prestasi Sarjana Kedokteran minimal 2.75 dan Indeks Prestasi Profesi minimal 3.00;
  5. Umur Maximal 35,00 tahun pada saat pendidikan dimulai per tanggal 1 Juli untuk periode Juli dan tanggal 1 Januari untuk periode Januari (tanggal lahir sesuai dengan Ijazah);
  6. Scan Surat Ijin Belajar/Tugas Belajar dari Kepala Daerah (Bupati, Gubernur) / Badan Kepegawaian / Sekretaris Daerah Daerah Bagi yang PNS / PTT. Khusus TNI / POLRI harus ada ijin dari Mabes dan surat perintah tugas belajar dari Ditjen Kuathan. Surat ijin dari Instansi / Lembaga bagi yang bekerja di Instansi;
  7. Scan Surat Keterangan Pertanggungjawaban Sumber Pembiayaan Studi diatas materai, bisa ditambah Scan Surat Pembiayaan dari Sponsor / Beasiswa
  8. Scan Surat rekomendasi dari IDI setempat yang menyatakan tidak pernah melakukan Malpraktek atau pelanggaran kode etik kedokteran;
  9. Scan STR / bukti telah mengurus STR dari Konsil Kedokteran Indonesia (STR Dokter Umum bukan STR Internship);
  10. Scan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
  11. Scan Sertifikat Nilai UKDI;
  12. Scan Surat Persetujuan mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis dari Suami/Istri bagi yang sudah menikah atau Orang Tua bagi yang belum menikah.
  13. Untuk PPDS Beasiswa LPDP Kemenkeu harus sudah melaksanakan pembekalan saat penerimaan peserta didik baru.
  14. Memiliki Asuransi Kesehatan (ASKES) atau Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (Scan Kartu)

PERSAYARATAN KHUSUS JALUR REGULER & BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN

  • Ilmu Penyakit Dalam
    1. Hanya diperbolehkan maksimal dua kali mendaftar pada Program Studi Ilmu Penyakit Dalam FKUB.
    2. Surat referensi dari 2 orang senior IPD tempat pendidikan dokter umum
    3. Surat pernyataan kembali ke daerah asal/daerah tempat tugas awal bagi calon PPDS yang sudah PNS atau ikatan dinas
  • Ilmu Kesehatan Anak
    1. Rekomendasi 2 Senior Dokter IKA tempat Pendidikan Dokter Umum
    2. Sertifikat Kegiatan Ilmiah
    3. Surat Keterangan telah bekerja di Instansi Kesehatan (minimal 1 tahun)

Nilai Tambah IKA

    1. Karya Ilmiah dalam bidang IKA
    2. Penghargaan (Kegiatan di bidang kesehatan)
    3. Diutamakan yang bersedia mengikuti Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS)

Nilai baik untuk IKA ada Rekomendasi yang relevan berdasarkan Prestasi.

  • Radiologi
    1. Surat referensi dari 2 senior Radiologi tempat pendidikan Dokter Umum
    2. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah mendaftar sebelumnya dan belum diterima, atau surat pernyataan sudah pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi Radiologi ataupun Prodi lain di seluruh Indonesia

Persyaratan khusus nilai tambah Radiologi

    1. Karya Ilmiah
    2. Penghargaan (Kegiatan di bidang kesehatan)
    3. Nilai baik untuk Radiologi : Ada Rekomendasi yang relevan berdasarkan prestasi
  • Jantung & Pembuluh Darah

–    Sertifikat ACLS

  • Dermatologi dan Venereologi
    1. Mengisi daftar riwayat hidup
    2. Melampirkan sertifikat kegiatan ilmiah yang menunjang
    3. Maksimal mendaftar 2 kali di prodi Dermatologi dan Venereologi FKUB terhitung sampai dengan tahap wawancara

 

  • Orthopedi & Traumatologi

–    Menyertakan bukti pendaftaran online dari Kolegium Orthopedi & Traumatologi Indonesia.

 

  • Urologi
    1. Sertifikat ATLS, BSS serta sertifikat seminar dan workshop di bidang Urologi
    2. Bagi calon peserta yang akan menjalani tes di Prodi Urologi hanya pernah satu kali mengikuti tes PPDS di Prodi Urologi ataupun Prodi lain dimanapun di seluruh Indonesia
    3. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah mendaftar sebelumnya dan belum diterima, atau surat pernyataan sudah pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi Urologi ataupun Prodi lain di seluruh Indonesia
    4. Bagi calon peserta didik wanita, menyertakan surat pernyataan bahwa tidak hamil dibuktikan dengan pemeriksaan penunjang dan pernyataan kesanggupan untuk tidak hamil pada tahun pertama pendidikan.
    5. Bagi Calon Peserta PPDS, Lulusan Program Studi S1 Pendidikan Dokter yang menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) harap melampirkan Surat Tanda Selesai Internship (STSI) yang diterbitkan oleh Komite Internship Dokter Indonesia (KIDI) Provinsi
  • Patologi Klinik
  1. Rekomendasi 2 Senior Dokter PK tempat pendidikan Dokter Umum
  2. Sertifikat kegiatan ilmiah
  3. Surat Keterangan telah bekerja di instansi kesehatan (minimal 1 Tahun) diluar Internship
  4. Tidak menderita buta warna meskipun parsial
  5. Nilai baik untuk PK : ada rekomendasi yang relevan berdasarkan prestasi
  • Ilmu Bedah
    1. Surat keterangan penempatan setelah lulus dari Instansi / rumah sakit baik pemerintah / swasta (bermaterai)
    2. Surat Rekomendasi dari Dokter Bedah di RS yang mengeluarkan surat keterangan penempatan
    3. Sertifikat ATLS dan BSS Dokter umum
    4. Hanya boleh dua kali mendaftar pada prodi Ilmu Bedah FKUB
    5. Surat keterangan telah bekerja di instansi kesehatan minimal 6 bulan (diluar internship)
    6. Bagi calon peserta wanita membuat surat pernyataan bersedia untuk tidak hamil pada satu tahun pertama pendidikan.
  • Patologi Anatomi
    1. Tidak menderita buta warna meskipun parsial
    2. Rekomendasi 2 senior dokter spesialis PA di tempat pendidikan dokter umum/tempat akan bekerja nantinya
    3. Bagi calon peserta yang akan menjalani tes di prodi Patologi Anatomi hanya pernah satu kali mengikuti tes PPDS di Prodi apapaun dimanapun di seluruh Indonesia
    4. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah mendaftar sebelumnya dan belum diterima, atau surat pernyataan sudah pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi apapun di seluruh Indonesia

Nilai Tambah Patologi Anatomi

  1. Sertifikat kegiatan ilmiah/bukti karya ilmiah bidang Patologi Anatomi
  2. Nilai minimal B untuk mata kuliah/blok yang mengandung Anatomi, Histologi dan Patologi Anatomi selama S1.
  • Mikrobiologi Klinik
    1. Mengisi Daftar Riwayat Hidup
    2. Tidak mengalami buta warna meskipun parsial
    3. Tidak ada batasan usia (setelah 5 tahun disesuaikan)
    4. UKDI tidak disyaratkan (setelah 5 tahun disesuaikan)
  • Anestesiologi dan Terapi Intensif
    1. Minimal pernah mengikuti pelatihan PTC/BLS/ATLS/ACLS/FCCS dalam wakti tidak lebih dari lima tahun saat pendaftaran.
    2. Surat Rekomendasi dari 2 orang dokter spesialis Anestesiologi dari asal tempat bekerja, kecuali daerah yang belum memiliki dokter spesialis anestesi dapat diganti dengan rekomendasi dari Kepala Dinas Kesehatan atau pejabat yang berwenang di Daerah.
    3. Bersedia mengikuti program PGDS.
    4. Bagi calon peserta PS PDS perempuan yang sudah menikah harus didampingi suami saat proses tes wawancara dan bersedia untuk tidak hamil pada satu tahun pertama pendidikan.
    5. Maksimal dapat mendaftar tiga kali pada Prodi Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUB.
  • Ilmu Kesehatan THT-KL
    1. Hanya boleh dua kali mendaftar di Prodi THT-KL FKUB
    2. Mempunyai sertifikat kegiatan ilmiah THT (bukan online)

NILAI TAMBAH

    1. Baru pertama kali tes PPDS di semua center (membuat surat pernyataan)
    2. Menyertakan surat keterangan telah bekerja di instansi kesehatan minimal satu tahun (diluar program internship)
    3. Mempunyai karya ilmiah bidang THT-KL
    4. Pernah mengikuti workshop dalam bidang THT
    5. Nilai bidang THT saat pendidikan dokter umum
    6. Ada Instansi Kesehatan yang menerima setelah calon lulus THT dan lebih diutamakan mendapatkan beasiswa dari instansi tersebut
    7. Pernah mengikuti BSS (Basic Surgical Science) dan ATLS (Advance Trauma Life Support)
  • Obstetri-Ginekologi
    1. Hanya diperbolehkan maksimal dua kali mendaftar pada Program Studi Obstetri-Ginekologi FKUB
  • Neurologi

– Hanya diperbolehkan maksimal tiga kali mendaftar pada Program Studi Neurologi FKUB

  • Ilmu Kesehatan Mata
    1. Hanya diperbolehkan maksimal dua kali mendaftar pada Program Studi Ilmu Kesehatan Mata FKUB
    2. Peserta yang lolos Seleksi Tahap II wajib mengikuti Tes Kesehatan Mata pada Seleksi Tahap III dengan biaya tambahan di luar biaya tes kesehatan umum.

 

  • Untuk Prodi yang tidak ada persyaratan khusus maka hanya menggunakan persayaratan Umum saja